Berwisata Museum Unik Di Dunia

Berwisata Museum Unik Di Dunia

IDN Times

Berwisata Museum Unik Di Dunia

Berwisata Museum Unik Di Dunia
IDN Times

Berwisata Museum Unik – Museum adalah organisasi nirlaba permanen yang memenuhi kebutuhan publik dengan mengumpulkan, menyimpan, meneliti, mengkomunikasikan dan memamerkan benda-benda kepada publik untuk memenuhi kebutuhan belajar, pendidikan dan hiburan. Kehadiran museum amat berarti sebab memiliki tanggung jawab serta guna buat menjaga, menaikkan, serta meningkatkan adat warga yang berbentuk serta tidak berbentuk.

Banyak di dunia ini seseorang atau pemerintah membangun sebuah museum dengan tema dan isi ataupun pengoperasionalanya yang beragam dan bermacam – macam serta terdapat banyak hal – hal yang unik. Disini kami akan membahas apa saja museum – museum yang ada di dunia yang memiliki tema yang unik unik. Apa saja itu mari kita simak.

1. Toilet Museum alias Haewoojae di Kota Suwon, Korea

Toilet Museum alias Haewoojae di Kota Suwon, Korea
detikTravel

sul-airport – Di museum yang menceritakan sejarah perkembangan toilet ini, terdapat replika tinja dimana-mana. Dibuat dengan cara yang “poo-tiful” – itu indah. Pendirinya bertekad untuk membuat toilet terindah di dunia. Tidak percaya? Mari kita telusuri melalui artikel ini. Saat kami berjalan memasuki pintu masuk museum dua lantai itu, kami langsung tertarik dengan foto kotoran kuning yang cukup besar di atas karpet. Wah … museum ini seru banget.

Pemandu kemudian menjelaskan sejarah toilet dan perkembangannya di seluruh dunia, serta prinsip ilmiah toilet, sembari menunjukkan panel di dinding dan pajangan di lemari kaca. Lantai dua museum toilet memang merupakan sejarah toilet dan ilmu pengetahuan tentang toilet. Salah satu hal yang menarik adalah toilet tersebut merupakan hadiah dari Jepang.

Dibandingkan dengan museum di India, inilah ciri khas museum. Di tengah bangunan terdapat toilet yang merupakan toilet asli dari rumah bernama Sim Jae Duck tempat tinggal walikota Suwon. Tuan Sim akhirnya dipanggil Tuan Toilet ini mengubah tempat tinggalnya menjadi toilet pada tahun 2007 (Anda dapat melihatnya di atap Pusat Kebudayaan Haewoojae di seberang), dan kemudian mengubah rumah tersebut menjadi toilet museum pada tahun 2009 dan menyerahkannya kepada Kepada Pemerintah Kota Suwon. Dibuka untuk umum pada tahun 2009. tahun 2010.

Ada dewi di lantai dua, Lantai dua digunakan sebagai ruang pameran khusus. Di sini, kita bisa menemukan gambar dan deskripsi dewa yang dipercaya oleh masyarakat Korea, salah satunya toilet dewi. Agar perjalanan Anda tak terlupakan, Anda dapat mengambil kartu lebar yang disediakan di dekat tangga dan mencapnya di mesin prangko yang disediakan. Prangko memiliki 3 atraksi berbeda.

2. Museum Santet di Surabaya

Museum Santet di Surabaya
Okezone Travel

Meski Surabaya dikenal sebagai kota pahlawan, selain sejarah pariwisatanya yang panjang, ternyata terdapat banyak daya tarik. Kisah Suroboyo Arena yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia membuat mereka bangga, tapi museum di sana aneh. Bukan museum perjuangan, tapi museum yang berurusan dengan ilmu hitam, Museum Santet. Mendengar nama Museum Santet saja sudah akan membuat bulu kuduk berdiri. Namun memang ada Museum Santet yang merupakan tempat wisata di surabaya yang terletak di Jl. Indrapura, tidak. Pada tanggal 17, Klimbanan.

Keseruan di museum ini:
– Banyak memiliki Koleksi Mistis di Dalamnya
Sesuai dengan namanya, museum santet ini memiliki aura misterius yang sangat kental, bagaimana mungkin? Ada banyak koleksi misterius yang membuat Anda tak terbayangkan dan tidak bisa tidur. Koleksi misterius ini termasuk tali pocong, implan, kuburan, dan peralatan terkait sihir lainnya. Ada pula dua boneka jelangkung yang memakai piyama putih, ijuk, dan kuku melengkung yang konon sudah dikeluarkan dari tubuh manusia. Selain itu, ada gambar mengerikan tentang kondisi para korban yang terkena santet dengan boneka tusuk jarum. Bagi yang tidak menyukai hal-hal misterius disarankan tidak datang kesini, bahkan mungkin tidak bisa tidur pada malam hari.
– Berada satu lokasi dengan museum kesehatan
Sebelum menjadi Museum Santet saat ini, bangunan tersebut ternyata adalah museum kesehatan, yang kemudian berganti nama menjadi Museum Dr. Adhytma. Sebagai museum kesehatan tentunya banyak sekali koleksi yang berkaitan dengan bidang kesehatan. Dari peralatan medis hingga berbagai boneka untuk latihan.
– Terdapat Pintu “Dunia Lain” yang untuk Pengunjung Dilarang Masuk
Ruangan ini menarik pengunjung ke Museum Santet, yang memiliki pintu bertuliskan “Dunia Lain”. Meski pintunya hanya bisa dilihat dari luar, namun banyak orang yang masih penasaran dengan isi di dalamnya karena turis dilarang keras memasuki kawasan tersebut. Selain itu, area tersebut selalu terkunci. Tidak hanya siapa pun yang bisa masuk ke kamar. Jika diizinkan masuk, mereka harus didampingi oleh sesepuh museum. Bukankah itu misterius? Menurut kabar, ruangan ini adalah tempat berkumpulnya genderuwos dan banyak makhluk halus lainnya, dan orang-orang khawatir jika turis masuk, hal-hal yang tidak perlu akan terjadi di masa depan. Hal lain yang membuat ruangan semakin bergetar adalah ruangan selalu disediakan barang.

Tertarik dengan Museum Santet di Surabaya? Tur sambil menguji organ dalam yang membuat jantung berdetak kencang.

Baca Juga :  7 Spot Panjat Tebing Terindah di Indonesia

3. Museum kalung anjing di Inggris

Museum kalung anjing di Inggris
Okezone Travel

Museum biasanya merupakan tempat penyimpanan benda-benda bersejarah. Namun, museum ini memiliki artefak sejarah yang tidak biasa. Bukan prasasti, peninggalan budaya atau benda bersejarah peninggalan nenek moyang dan pahlawan, melainkan benda yang dipakai bukan untuk manusia melainkan untuk anjing. Ya, rantai anjing disimpan dan dipajang di museum ini. Museum ini bernama Museum Kerah Anjing dan merupakan tempat khusus untuk memajang kalung anjing yang berusia lima abad. Bentuk kalung tersebut berbeda dengan rantai anjing yang ada saat ini.

Kerah anjing yang dipamerkan di Museum Kerah Anjing awalnya adalah koleksi pasangan yang memelihara anjing. Pasangan itu adalah John Hunter dan Gertrude. Sejak Abad Pertengahan, mereka telah mengumpulkan lebih dari 100 tali derek. Ada juga ikat pinggang dari Abad Pertengahan, terutama era Victoria.

Jika Anda tertarik untuk mengunjungi museum unik ini, cobalah menuju ke timur dari persimpangan 8 jalan raya M20 (antara London dan Channel Harbour) menuju Maidstone. Mudah diakses dari semua wilayah Inggris tenggara.

4. Museum Meguro Parasitological( museum parasit ), Jepang

Museum Meguro Parasitological( museum parasit ), Jepang
Jalan jalan ke jepang

Pelajari tentang berbagai parasit yang menginfeksi manusia dan hewan di Meguro Parasitology Museum di Meguro District, Tokyo, Jepang. Bug tape terpanjang di dunia. Museum ini tidak hanya mengoleksi peninggalan sejarah atau karya seni, tetapi juga mengoleksi oleh-oleh yang berkaitan dengan dunia medis. Museum Parasitologi Meguro atau Meguro Chronicle adalah museum medis kecil yang terletak di distrik Meguro di Tokyo.

Museum Parasitologi Meguro adalah satu-satunya museum di dunia yang mengkhususkan diri pada parasit, mengutip halaman “Perjalanan Budaya”. Selain letaknya yang jauh dari pusat kota yang ramai, Meguro Parasite Museum menjadi daya tarik yang populer di kalangan wisatawan. Umumnya pengunjung Meguro Parasitology Museum adalah mereka yang ingin melakukan hal-hal luar biasa atau tertarik dengan berbagai makhluk berbahaya.

Pada tahun 1953 oleh Dr. Satoru Kamegai, museum dua lantai ini bertujuan untuk mengenalkan pengunjung pada keanekaragaman parasit dan siklus hidupnya. Perpustakaan penelitiannya berisi 60.000 spesimen parasit, 300 di antaranya dipajang di museum, serta 50.000 makalah dan 6.000 buku tentang dunia parasitologi. Lantai dasar museum sebagian besar terdiri dari peta yang menguraikan wilayah negara dan parasitnya. Ada juga kotak kaca yang menampilkan berbagai parasit yang diketahui dapat menginfeksi hewan.

Ada koleksi yang lebih personal di lantai atas. Kamar di lantai dua didedikasikan untuk menginfeksi parasit manusia. Ada foto menyeramkan yang menunjukkan bahwa inang manusia hidup dengan parasit. Bagian tubuh di foto itu berubah bentuk atau bengkak akibat parasit yang memakannya hidup-hidup. Namun, spesimen aslinya jauh lebih buruk daripada foto. Beberapa pameran menunjukkan parasit yang diawetkan dari inang hewan mereka. Bagaimana apakah kalian tertarik untuk mengunjungi museum yang ada di Jepang ini.

Baca Juga : 6 Wisata Waterpark Atau Taman Air Yang Unik

5. Siriraj Medical Museum, Thailand

Siriraj Medical Museum, Thailand
Bangkok

Turis Bangkok yang mudah mual sebaiknya menghindari Siriraj Medical Museum. Dari deformitas yang diawetkan dalam formaldehyde, bayi yang sakit hingga tengkorak korban pembunuhan yang pecah, museum ini terlihat lebih menyeramkan daripada memberikan informasi, namun tetap menarik. Museum Medis Siriraj sebenarnya mencakup enam museum independen. Sebagian besar museum terletak di lantai dua gedung Adulyadejvikrom.

Di sini, wisatawan perlu membayar tiket masuk sebesar 200 baht atau setara dengan Rp 92.000.

Ada banyak pameran informatif di tiga ruangan yang membentuk museum ini, tetapi hampir semua pameran dalam bahasa Thailand. Hanya ada beberapa kata, seperti “pemeriksaan dubur digital” dalam bahasa Inggris. Di museum ini, pengunjung dapat belajar tentang kanker dan perkembangan janin serta atraksi tak terduga lainnya. Di museum ini, Anda dapat melihat bagaimana tusukan orang yang sakit jiwa atau pendarahan dari otak dan bagian tubuh lainnya dapat merusak paru-paru seseorang. Jangan lewatkan jika anda berkunjung di Thailand ya.

6. Museum Rambut

Museum Rambut
Tribun Travel – Tribunnews.com

Museum biasanya identik dengan benda bersejarah, benda langka atau instalasi seni yang memukau. Namun museum di Turki ini memamerkan hal yang sangat berbeda. Pasalnya, koleksi yang dipamerkan di museum di kota kecil Avanos di Cappadocia itu bukanlah karya seni atau artefak prasejarah, melainkan rambut manusia. Ya, museum bernama Avanos Hair Museum ini memiliki koleksi lebih dari 16.000 jenis rambut dari wanita dari seluruh dunia. Maka tidak heran jika saat masuk ke Avason Hair Museum, Anda akan menemukan ruangan seperti gua dengan banyak potongan rambut di kedua sisinya. Nama, alamat dan foto pemiliknya ada di rambut.

Terletak di ruang bawah tanah salah satu toko keramik terkenal, Museum Rambut Avanos muncul secara tidak sengaja. Galip Körükçü adalah seorang pembuat tembikar dari Avanos. Ketika temannya harus pindah dari kota tempat tinggalnya, awalnya dia mendapatkan banyak potongan milik teman dekatnya, Haircut. Potongan rambut merupakan kado peringatan untuk Gail, karena perpisahan yang sangat berat dan menyedihkan. Setelah kejadian itu, setiap wanita yang mendengar cerita sedih ini akan datang ke toko tersebut dan memberikan rambutnya secara unik. Sekitar 1979, 38 tahun kemudian, Galip berhasil mengumpulkan sejumlah besar rambut dengan warna berbeda dan mendirikan museum untuknya. Banyaknya koleksi di museum unik ini bahkan membuat Avanos Hair Museum mencatatkan rekor di Guinness Book of World Records.

Bagi yang tertarik mengunjungi Avason Hair Museum, Anda juga bisa meninggalkan potongan rambut di sana. Museum ini bahkan menyediakan pensil, kertas, peniti, dan gunting bagi pengunjung yang ingin menyimpan gaya rambut di sana. Meski begitu, bukan berarti setiap wanita harus meninggalkan gaya rambutnya di Avason Hair Museum saat berkunjung. Jika Anda berencana untuk mendukung kelangsungan hidup Avason Hair Museum, Anda bisa memberikan sedikit kontribusi berupa gunting, kertas, pulpen, atau kertas bertekstur.

7. Museum Alat-alat Penyiksaan

Museum Alat-alat Penyiksaan
Tribunnews.com

Mendengar istilah museum, Anda pasti akan teringat pada tempat penyimpanan barang-barang berharga yang penuh sejarah. Tetapi bagaimana jika barang-barang yang dipajang di museum membuatnya panik? Ya, museum ini ternyata bisa kamu temukan di Amsterdam, Belanda. Jika museum tidak menakutkan pada umumnya, ketika Anda mengunjungi Museum Penyiksaan, Anda akan menemukan bahwa koleksinya penuh dengan keunikan tersendiri.

Sementara harga tiket dewasa 7,50 euro atau sekitar 116 ribu rupiah, dan tiket anak 4 euro atau sekitar 61 ribu rupiah.

Museum ini mengundang pengunjung untuk menjelajahi sisi lain dari Abad Pertengahan. Instrumen penyiksaan dipajang di setiap ruang kaca museum. Salah satu koleksi yang paling menyeramkan adalah “Inquisition Chair”, kursi penyiksaan yang diisi dengan besi tajam, dan tidak hanya itu, tetapi juga alat penyiksaan lainnya seperti kerangka tangan, gergaji, tiang gantungan, dan garpu sesat.

Dikatakan bahwa metode penyiksaan ini digunakan berdasarkan kejahatan yang dilakukan oleh penjahat. Total sekitar 30 hingga 40 alat eksekusi dipajang di Museum Penyiksaan. Faktanya, guillotine, perlengkapan penganiayaan yang dipakai buat melaksanakan Raja Prancis Louis XVI serta Istri raja Marie Antoinette pada tahun 1793, pula dipajang di museum. Tidak hanya itu, wisatawan bisa menekuni seluruh data dengan memakai coretan fitur penganiayaan ini, dan sejarahnya dalam bermacam bahasa( semacam Inggris, Belanda, Prancis, serta apalagi Jerman).

8. Museum Dessert

Museum Dessert
Coconuts

Ini berita bagus untuk pecinta makanan penutup atau dessert yang suka berfoto selfie! Pada 10 Februari 2018, Manila Dessert Museum resmi dibuka. Museum yang terletak di pusat perbelanjaan eksklusif S Maison Shopping Center ini memiliki luas sekitar 1.100 meter persegi dan memiliki 8 ruangan bertema dessert yang menarik.

Museum satu ini setiap hari akan buka mulai pukul 10.00 hingga 22.00. Harga tiket yang dibeli secara online adalah 699 peso Filipina (sekitar 184.000 rupee), dan tiket yang dibeli di tempat adalah 799 peso Filipina (sekitar 211.000 rupee). Harga ini sudah termasuk tur museum selama 2 jam dan mencicipi 5-6 makanan penutup, mulai dari cokelat buatan tangan hingga kue pops. Sebelum Anda mulai menjelajahi museum, Anda akan mendapatkan gelang yang dapat dipindai untuk ditukar dengan makanan penutup di dalamnya. Di awal tur, pemandu seragam militer yang lucu akan menyambut Anda dan dia akan memberi Anda permen selamat datang.

Macam – macam ruangan dessert untuk kamu jelajahi:
– Donut Room
– Marshmallow Room
– Naughty or Nice Room
– Ice Cream Room
– Gumball Room
– Gummy Bears Room
– Cottom Candy Room
– Cake Pops Room

Sedikit tips jika anda ingin berkunjung ke museum ini:
– Isi penuh baterai ponsel dan kamera. Tur berlangsung selama 2 jam penuh, 15 menit di setiap kamar. Pastikan kamera terisi penuh agar kamu bisa memotret atau hanya mengirim Instastory hingga tur berakhir.
– Undang temanmu. Museum ini adalah tempat yang tepat untuk berfoto dengan geng Anda!
– Tentunya jangan lupa berdandan dan kenakan pakaian yang keren dan nyaman. Hindari memakai sepatu hak tinggi karena anda akan berjalan-jalan di ruang museum dan menghindari rok mini karena anda akan berjalan menyusuri saluran donat dan akan sulit untuk berpose saat menaiki kue pop.
– Lalu bersenang – senang lah.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
0Shares
0 0