12 Objek Wisata Sejarah Di Jogja

12 Objek Wisata Sejarah Di Jogja 

pegi pegi

12 Objek Wisata Sejarah Di Jogja 

12 Objek Wisata Sejarah Di Jogja 
pegi pegi

12 Objek Wisata Sejarah Di Jogja  – Kota Yogyakarta memang terkenal akan kekayaan budaya dan sejarahnya. Bahkan kota yang terkenal dengan julukan ‘Jogja’ ini pernah menjadi Ibukota Republik Indonesia di tahun 1946 sampai 1949 lalu.

Bukan hanya itu, masih banyak lagi tempat bersejarah di Jogja yang sayang banget kalau kamu lewatkan. Setiap tempat memiliki kisahnya yang seru banget buat disimak

1.Candi Borobudur

Candi Borobudur
detiknews.com

Candi Borobudur merupakan salah satu misteri terbesar di dunia. Kenapa bisa begitu? Karena candi yang tingginya mencapai 35 meter ini dibangun dengan cara menumpuk batu tanpa menggunakan bahan perekat, namun masih berdiri dengan kokoh hingga sekarang.

Candi yang pernah masuk sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia ini dihiasi oleh banyak relief di dinding candi. Relief yang ada di Candi Borobudur mencapai 2.672 dan panjangnya bisa mencapai 6 kilometer

Relief yang ada di dinding tersebut menceritakan tentang kisah perjalanan Buddha dan juga nilai-nilai yang dijunjung oleh umat Buddha. Ada juga beberapa relief yang menceritakan tentang masyarakat tanah Jawa pada saat itu.

Katanya untuk mengetahui cerita relief yang terpahat di dinding, sobat tiket harus berjalan searah jarum jam. Hal ini disebut sebagai “Pradaksina” yang berarti menghormati roh-roh suci yang berada di candi.

Harga tiket masuk: Rp25.000 – Rp50.000*

Jadwal buka: Setiap hari pukul 08.00 – 15.00 WIB

Info tambahan: penukaran tiket bisa dilakukan hingga 14.00 WIB

Maps

2. Candi Prambanan

Candi Prambanan
travelpromo

Yang menarik juga Candi Prambanan juga menjadi salah satu wisata sejarah Jogja. Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia. Bahkan candi Hindu terbesar kedua di Asia Tenggara. Apakah itu benar-benar keren?

Konon Candi Prambanan dibangun oleh Bandung Bondowoso dengan bantuan seorang peri dalam suatu malam atas permintaan seorang putri cantik yang tidak mau menikah dengannya. Putri cantik itu bernama Roro Jonggrang. Tapi ini tentu saja hanya cerita rakyat.

Di dinding Candi Prambanan terdapat relief yang menceritakan kisah Ramayana. Anda bisa mulai mendengarkan ceritanya dari sisi timur bangunan Candi Siwa. Kemudian, Anda bisa mengunjungi sisi selatan Candi Brahma dan melanjutkan penceritaan.

Tujuan dari Candi Prambanan ini adalah untuk memberikan penghormatan kepada Dewa Trimurti yaitu Dewa Brahma sebagai Dewa Pencipta, Dewa Wisnu sebagai Dewa Pemelihara, dan Siwa sebagai Dewa Perpaduan.

Harga tiket: Rp 47.000 *

Jadwal buka: Setiap hari pukul 08.00 – 15.00 WIB

Info tambahan: penukaran tiket bisa dilakukan hingga 14.00 WIB

Maps

3. Kampung Wisata Taman Sari

Kampung Wisata Taman Sari
sanjaya tour

Desa Wisata Taman Sari adalah sebuah bangunan yang dibangun pada abad ke 17. Lebih tepatnya tempat ini dibangun pada masa Kesultanan Hamen Kubuwono I dari tahun 1758 sampai dengan tahun 1765, sekitar 9 tahun.

Di Desa Wisata Taman Sari (Desa Wisata Taman Sari) terdapat kolam renang untuk putra putri, selir raja, wisma yang dibangun oleh sultan untuk meditasi dan strategi perang, saluran air, jembatan gantung dan masjid bawah tanah.

Kolam renang yang berada di tengah bangunan menjadikan Taman Sari sebagai tujuan wisata populer di Jogja. Banyak orang yang datang ke sini untuk berburu foto, dan hasilnya foto-foto tersebut memiliki background yang sangat Instagram-friendly.

Harga tiket: Rp 5.000 – Rp 15.000 *

alamat: Maps

Jadwal buka: 09.00-15.00 WIB setiap hari

4. Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta
travel kompas

Tentunya liburan partner T di Jogja tidak akan lengkap tanpa mengunjungi tempat wisata ini. Yogyakarta adalah tempat bersejarah yang terkenal di Jogja, bahkan telah menjadi salah satu landmark kota ini.

Bahkan sampai saat ini, nama asli keraton ini masih Colton Ngayogata Hadiningrat, dan keturunan raja Yogyakarta masih berpenghuni. Inilah mengapa berbagai pertunjukan dan upacara adat masih diadakan di istana ini. Benar-benar keren!

Di Kraton Yogyakarta terdapat banyak benda pusaka seperti Chris, kereta emas dan tombak. Tak heran mengapa tempat ini dinobatkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Harga tiket: Rp 5.000 – Rp 15.000 *

alamat: Maps

Jadwal buka: 08.30-13.00 WIB setiap hari

Baca Juga Artikel : 7 Wisata Kuliner di Jember yang Enak

5. Masjid Gedhe Kauman

Masjid Gedhe Kauman
wikipedia

Masjid Gedhe Kauman adalah wisata religi dan sejarah Jogja. Masjid Gedhe Kauman (Masjid Gedhe Kauman) atau Masjid Agung Yogyakarta (biasa dikenal dengan Masjid Agung Yogyakarta) dibangun di kawasan yang masih menjadi milik Keraton Yogyakarta.

Masjid Gedhe Kauman (Masjid Gedhe Kauman) merupakan tempat ibadah, namun masjid ini juga menjadi objek wisata yang terkenal. Meski begitu, fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah tetap terjaga dengan baik, dengan segala fasilitas yang diperlukan.

Biasanya masyarakat khususnya umat Islam yang baru berkunjung dari Keraton Yogyakarta akan mendatangi Masjid Kauman Gedhe untuk beribadah. Selain itu, di sekitar masjid banyak terdapat jajanan yang mengenyangkan, dan Anda juga bisa berfoto.

Harga tiket: gratis *

alamat: Maps

Jadwal buka: 24 jam sehari

6. Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg
paket wisata jogja

Benteng Frederick merupakan benteng yang dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1765 sebagai bentuk pertahanan terhadap serangan keraton Yogyakarta. Saat ini tempat ini menjadi salah satu tempat wisata sejarah Jogja.

Museum Fort Frederick menyediakan tempat hiburan dan rekreasi bagi pengunjung, juga bisa dikatakan menghibur, yaitu pendidikan dan hiburan. Disini anda bisa mendapatkan informasi tentang sejarah, budaya dan nilai-nilai luhur perjuangan.

Koleksi museum juga banyak, seperti bangunan bersejarah Belanda, diorama perjuangan sebelum pengumuman, dan peninggalan sejarah lainnya yang dapat membawa Anda kembali ke masa lalu.

Tempat wisata yang tergolong antik ini juga memiliki banyak spot fotografi. Oleh karena itu, jangan sampai rekan tim Anda lupa mengabadikan momen-momen seru saat berada di Museum Frederborg

Harga tiket: Rp 3.000-Rp 10.000 *

alamat: maps

Jadwal buka: Selasa – Jumat pukul 09.00 – 14.00 WIB

7. Museum Monumen Yogya Kembali

Museum Monumen Yogya Kembali
tribunnews.com

Bentuk dari Museum Monumen Yogya Kembali sangat unik karena menyerupai bentuk gunung. Bentuk ini dipilih sebagai simbol kesuburan dan pelestarian sejarah leluhur.

Ada juga cerita menarik dalam pemilihan nama museum ini. Nama tersebut dipilih karena museum ini dibuat untuk mengenang sejarah perjuangan seluruh rakyat Indonesia menarik mundur tentara Belanda dari Yogyakarta, ibu kota Indonesia saat itu.

Setelah memasuki monumen ini, Anda akan menemukan daftar nama pahlawan. Kemudian muncul bukti sejarah perjuangan bangsa Indonesia dengan penjajah. Di lantai dua terdapat diorama dan mural yang menggambarkan perjuangan rakyat Indonesia.

Pada saat yang sama, di lantai tiga atau terakhir, Anda akan menemukan ruangan khusus untuk para pahlawan yang berdoa. Tempat ini bernama Garbha Graha.

Harga tiket masuk: Rp10.000 – Rp15.000*

alamat: Maps

Jam buka: Selasa-Minggu 08.00-16.00 WIB

Baca Juga Artikel : Tempat Wisata Sejarah Di Malang

8. Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu
Casa indonesia

Museum ini memiliki nama yang sangat unik. Ullen Sentalu adalah singkatan dari bahasa Jawa yaitu “Ulate Blencong Sejatining Tataraning Lumaku” yang artinya “terang adalah jalan hidup”. Wow, itu benar-benar nama filosofis.

Museum ini menyajikan banyak cerita tentang sejarah peradaban Kerajaan Mataram. Anda akan menemukan banyak patung, lukisan, foto, kain batik dan beberapa artefak sejarah lainnya.

Pengunjung tidak bisa begitu saja memasuki museum ini. Sebelum memasuki museum, pengunjung akan dibagi menjadi beberapa kategori. Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak perlu, dan Ullen Sentalu memiliki arti yang semakin banyak.

Partner T tidak bisa tanpa sengaja mengambil gambar di museum ini. Jangan khawatir, akan ada tempat dimana kamu bisa berfoto. Salah satunya adalah relief Candi Borobudur yang sengaja dimiringkan. Sangat unik, bukan?

Harga tiket: Rp 50.000 *

alamat: Maps

Hari buka: Selasa-Minggu 08.30-16.00 WIB

9. Makam Raja-Raja Mataram Kotagede

Makam Raja-Raja Mataram Kotagede
guediku.com

Peninggalan kerajaan terdahulu selalu menjadi daya tarik wisata di Jogja yang menarik. Kerajaan Mataram Kuno meninggalkan banyak jejak candi. Bersamaan dengan itu, Kerajaan Islam Mataram meninggalkan dua makam kerajaan di Imogiri dan Kotagede.

Makam Raja-Raja di Kotagede merupakan makam tertua. Lokasinya yang dekat dengan Masjid Gedhe Kauman, sehingga Anda bisa dengan mudah menuju masjid setelah mengunjungi pemakaman.

Untuk mengakses, beberapa aturan harus diikuti. Wanita harus memakai sorban, kain, dan melepas sorban. Pria wajib mengenakan pakaian pramusaji berupa kain Jaric dan rok pendek. Anda dapat menyewa semua peralatan di kantor sekretaris.

Anda juga tidak diperbolehkan berfoto di dalam kuburan. Saat ingin masuk kuburan, pasangan T juga harus melepas sepatunya. Wah, banyak aturannya kan? Tapi saya tidak akan pernah melupakan pengalaman berkunjung ke sini.

Harga tiket masuk: Gratis*

Alamat: Maps

Jadwal buka: Senin, Kamis, Jumat, dan Minggu pukul 13.00 – 16.00 WIB

10. Gerbang Plengkung Nirbaya

Gerbang Plengkung Nirbaya
KR jogja

Last but not least, saat di Jogja, Anda akan menemukan berbagai pengkung atau gerbang untuk masuk keraton. Para sahabat tak hanya punya Plengkung di Jogja. Tapi ada lima. Meski tidak semua orang masih dalam keadaan lengkap.

Namun, Istana Plai yang selalu menarik perhatian banyak wisatawan adalah Rumah Nielen. Nama Nirbaya berasal dari kata “nir”, tidak ada apa-apa, dan kata “baya” berarti bahaya. Secara filosofis, nirwana berarti tidak ada bahaya yang mengancam.

Konon setiap sultan yang berkuasa di keraton dilarang menyeberangi Plengkung Nirbaya (Plengkung Nirbaya), karena upeti langit ini digunakan sebagai pintu masuk sultan yang ingin dimakamkan di makam Imogiri.

Lambat laun amukan ini disebut juga dengan Plengkung Gading karena terletak di kawasan yang disebut Gading. Anda bisa berbalik dan menaiki gapura untuk berfoto sambil melihat-lihat mobil yang lewat.

Harga tiket masuk: Gratis*

Alamat: Maps

Jadwal buka: Setiap hari 24 jam

11. Kampung Pecinan Jogja

Kampung Pecinan Jogja
panduan wisata

Kampung Ketandan di Kota Yogyakarta pindah dari Kapiten Tan Djin Sing dari Kedu ke Yogya dan berkembang menjadi Pecinan. Menurut Gotama Fantoni, salah satu tokoh lokal di China, perpindahan tersebut terjadi pada 1803.

Fantoni mengatakan pada Rabu, 21 Februari 2018: “Tan Djin Sing adalah sosok yang terhormat pada saat itu.” Oleh karena itu, Sultan Hamengku Buwono III mempercayainya dan pada tahun 1813 diangkat menjadi Bupati Nadeko pada tanggal 18 September.

Istana juga memberikan gelar khusus kepada Tan Djin Sing, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Setjadiningrat. Ia berkata: “Tan Jinxing juga menikah dengan kerabat di keraton Yogyakarta dan menjadi salah satu keturunan Tionghoa yang mulai masuk Islam.”

Dengan pernikahan ini, Tan Zhencheng menjadi salah satu dari tiga keturunan Tionghoa yang masuk ke dalam keluarga kerajaan atas nama Setjadiningrat. Dua warga Tiongkok lainnya yang juga masuk lingkaran kerajaan adalah Honggodrono dan Cato Dicho.

Kemajuan sejarah Tan Djin Sing membuat Kampung Ketandan populer. Ketandan dalam bahasa Jawa berarti “lambang” atau “lambang”.

Selama ini Jidandan yang berada tidak jauh dari kawasan Marioboro sangat populer dan menjadi simbol adaptasi budaya di Yogyakarta. Di desa ini masih terdapat arsitektur khas Tionghoa dan rumah-rumah khas Jawa.

“Pekan Budaya Tionghoa” diadakan setiap tahun di Kitandan, dan tahun ini adalah tanggal 13. Gotama Fantoni telah aktif menjadi panitia selama pekan budaya ini.

Namun acara tersebut terlahir berkat jasa dosen yang bernama Moerdijati Gardjito dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Pada tahun 2005, Moerdijati yang sedang mengerjakan tesisnya mengedepankan ide membuat resep masakan berciri khas Tionghoa.

Terjadi banyak diskusi, dan akhirnya upaya ini didukung penuh oleh raja keraton yang juga Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Cooker.

Masyarakat Sudan HB X dan Kidandan juga mendukung gagasan Moerdijati yang tercermin dalam Pekan Budaya Tionghoa Yogya (PBTY) yang pertama kali digelar pada 2006 lalu.

Awalnya hanya festival memasak dan menu khas China. Namun atas prakarsa anggota Pusat Seni dan Budaya Tionghoa Sudan dan Jogja (JCACC), PBTY tidak hanya melibatkan bidang pangan, tetapi juga bidang budaya.

Selain itu, acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Imlek dan penyambutan kegiatan Cap Go Meh. Acara ini selalu meriah dan menarik perhatian banyak orang.

Maps

Pemerintah Kota Yogyakarta akhirnya menetapkan acara tersebut sebagai acara resmi pariwisata tahunan. Pekan Budaya Tionghoa Yogya 2018 digelar mulai 24 Februari hingga 2 Maret 2018 dengan tema “ harmoni budaya nusantara ”.

12. Museum Sonobudoyo Jogja

Museum Sonobudoyo Jogja
paket wisata jogja

Jogja sudah lama dianggap sebagai kota yang kaya akan tradisi dan warisan budaya. Inilah salah satu magnet yang menarik wisatawan ke Kota Baik. Jika Sobat Traveler juga sangat tertarik dengan tradisi lama Jogja, silahkan coba mampir di Museum Sonobudoyo.

Museum Sonobudoyo tidak hanya menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah dan budaya Jawa, tetapi juga menyimpan Bali dan Lombok. Banyak orang yang mengatakan bahwa koleksi di sini merupakan koleksi terlengkap di Indonesia setelah Museum Nasional Jakarta.

Gedung Sonobudoyo terbagi menjadi dua lantai. Unit pertama Sonobudoyo terletak di Jalan Trikora No. 6, dan unit kedua terletak di Ndalem Condrokiranan, sebelah timur Plaza Utara Keraton Yogyakarta. Sangat mudah dijangkau dari seluruh penjuru kota.

Dalam filosofi Jawa, pendopo merupakan bangunan berbentuk limas dengan atap tumpang sari bertingkat dua. Fungsinya untuk menerima tamu. Pendopo di Museum Sonobudoyo sendiri dihiasi dua meriam yang masing-masing ditempatkan di sisi timur dan barat. Terdapat pula beragam arca dan relief, beberapa di antaranya menggambarkan Dewi Laksmi, Mahakala, dan Makara.

Masuk ke ruangan pendopo, Teman Traveler bakal disambut koleksi gamelan bersejarah. Beberapa di antaranya memiliki nama khusus. Sebut saja Slendro-Pelog, Kyai-Nyai Riris Manis Yasan, dan Sri Sultan Hamengku Buwono VI.

Setelah melewati pendopo, Teman Traveler masuk ruangan pengenalan. Di ruangan berukuran 62,5 meter persegi ini kalian bakal melihat relief Candrasengkala. Selain itu masih ada koleksi pasren atau krobongan yang terdiri dari tempat tidur, bantal, guling, kasur, kelambu, sepasang lampu robyong, sepasang lampu jlupak, dan sepasang patung Loro Blonyo.

Khusus untuk patung Loro Blonyo, kemunculannya merupakan simbol dari kisah Dewi Sri dan Raden Sadono dalam kepercayaan Jawa. Jika Anda mengunjungi museum, jangan lewatkan ruangan ini.

Memasuki sisi kanan ruang perkenalan, Teman Traveler tiba di ruang prasejarah. Bagian ini memperkenalkan peninggalan sejarah dari masa lalu dan menggambarkan cara orang hidup sebelum mereka tidak memahami kata-kata.

Pada jaman pra tulis, beberapa kegiatan yang biasa dilakukan masyarakat adalah berburu, mengumpulkan dan mengumpulkan bahan makanan. Pada tahap selanjutnya, manusia mulai menanam tanaman sederhana dan melakukan berbagai ritual yang berkaitan dengan roh, leluhur, pemakaman, dan permintaan kelahiran.

Maps

Museum Sonobudoyo terletak di pusat kota. Itu dapat dengan mudah diakses dari segala arah. Teman-teman traveller bisa menggunakan berbagai moda transportasi untuk menginap di sini, mulai dari mobil pribadi, bus lintas Jogja, bus kota, taksi, becak, kereta kuda hingga sepeda. Bisa juga jalan kaki dari Malioboro, jaraknya sih tidak terlalu jauh.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
0Shares
0 0